Sebagai orangtua, apakah sudah memikirkan masa depan anak pria Anda, termasuk akan menjadi tipe suami contohnya apa kelak?

Clint Edwards, penulisNo Idea What I’m Doing: A Daddy Blog,┬ásudah memikirkan hal apa yang harus anak laki-lakinya ketahui mengenai pernikahan, termasuk menjadi tipe suami seperti apa nantinya. Padahal Tristan, putranya baru berusia tujuh tahun.

Edwards bahkan menciptakan 11 daftar berisi hal-hal yg perlu anaknya ketahui tentang pernikahan. Daftar ini memang dari menurut pengalaman pribadinya, menurut pernikahan yang dijalaninya. Tetapi menurutnya, sarannya ini sanggup berlaku umum.

1. Tak masih ada yang lebih bikin putus harapan daripada istri sendiri.

Jangan melihat hal ini menjadi sesuatu hal negatif. Dalam pernikahan, istri akan tak jarang bertanya pada suami tentang motivasinya, mengenai banyak sekali hal yg bakal bikin suami putus harapan. Namun hal ini perlu dicermati lebih positif karena menggunakan sikap istri misalnya itu, suami akan lebih memahami dirinya.

2. Bukan hanya suami yang punya pendapat.

Terkadang, suami lebih baik memilih diam

3. Terkadang suami perlu membiarkan istri sendirian.

Saat suami istri bertengkar, istri suka menyendiri entah di kamar mandi atau masuk ke dalam mobil bahkan berkendara sendirian. Kalau ini terjadi, sebaiknya suami menjauh, biarkan istri sendirian karena ia butuh waktu untuk berpikir.

4. Laki-laki akan selalu bertemu wanita yang lebih menarik.

Pernikahan bukan akhir segalanya. Seorang suami tetaplah laki-laki yang senang melihat wanita lain. Pertanyaannya adalah bagaimana seorang laki-laki menghadapi situasi ini? Kuncinya adalah tidak melupakan komitmen pernikahan.

5. Rumah yang berantakan bisa jadi karena salah suami.

Terkadang bahkan seringkali, rumah akan berantakan, terutama setelah memiliki anak. Suami punya kewajiban yang sama dengan istri untuk membersihkan rumah, termasuk mencuci pakaian.

6. Ajak istri keluar rumah dan berikan ia bunga.

Terkesan klise memang, tetapi ini perlu dilakukan. Kencan bagi pasangan menikah bisa meningkatkan intimasi. Kalau bagi suami, seks bisa membuatnya merasa bermakna, bagi istri, kencan dan bunga lah yang membuatnya merasa bermakna. Meski begitu, suami tak selalu harus memberikan bunga. Pilih sesuatu yang disukainya.

7. Puji kecantikan istri setiap hari.

Ada banyak hal yang membuat seorang istri merasa tak lagi menarik. Iklan yang menampilkan wanita bertubuh ideal, majalah yang menampilkan tubuh seksi wanita muda, dan lainnya. Sementara istri, sejak melahirkan anak, mengalami perubahan fisik dan tak selalu bisa mengembalikan bentuk tubuhnya seperti masa muda. Adalah tugas suami untuk mengimbangi “serangan” dari luar ini dengan tak sungkan memuji kecantikan istri, setiap hari.

8. Ikut bangun malam hari.

Ketika menjadi orangtua, baik suami dan istri punya kebiasaan baru yakni terjaga di malam hari saat anak terbangun. Para suami biasanya tetap terlelap tidur dan beralasan merasa lelah sehingga harus tidur karena keesokan harinya bekerja. Padahal bukan hanya suami, istri pun bekerja. Walau seorang istri tak bekerja kantoran, tetap saja ia punya pekerjaan. Bahkan seorang ibu rumah tangga pun punya pekerjaan yang banyak keesokan hari. Jadi, bukan alasan bagi suami untuk mencari alasan tak bangun di malam hari mengurus anak. Pernikahan membutuhkan kemitraan suami dan istri, ini tak boleh dilupakan.

9. Tak masalah ceritakan masalah kepada istri.

Kadang laki-laki merasa harus menyimpan masalahnya sendiri. Menceritakan masalah kepada orang lain kerap membuat laki-laki merasa lemah. Padahal, manusiawi ketika seseorang menceritakan masalahnya. Suami yang bercerita tentang masalahnya kepada istri juga memberikan kesempatan kepada pasangannya untuk membantu bahkan meningkatkan hubungan emosional. Bahkan, tak ada yang bisa membantu seorang suami menyelesaikan masalah kecuali istrinya sendiri.

10. Percaya kepadanya meski sebenarnya meragu.

Suami atau istri perlu saling percaya dan menunjukkan rasa percayanya meski sebenarnya meragukan apa yang dikatakan atau dipikirkannya. Inilah pernikahan dan salah satu bentuk kerja keras yang harus dilakukan pasangan menikah.

11. Ucapkan cinta setiap hari.

Mengungkapkan cinta dengan mengatakan, “Saya sayang kamu” atau “Saya cinta kamu” perlu dilakukan pasangan menikah, setiap hari. Ungkapan seperti ini membuat para istri semakin yakin dengan pernikahannya. Menikah dan mengasuh anak akan sangat menyita waktu suami dan istri. Ungkapan cinta yang dinyatakan berkali-kali akan menguatkan hubungan pasangan menikah. Semakin sering seorang suami mengucap cinta kepada istri, akan lebih sering suami mendengar ucapan yang sama dari istri.

%d blogger menyukai ini: