Kehidupan pernikahan tidak selalu membahagiakan. Terkadang ada galat satu pihak yang merasa kurang senang memakai pasangannya. Ketika perempuan nir bahagia, mungkin mereka lebih bisa mengekspresikan perasaanya, namun tidak begitu dengan laki-laki .

Mereka mungkin akan memendam perasaan-perasaan murung , marah dan kecewa sendirian. Lambat-laun, suami mampu menumpahkan kekesalannya. Sebelum itu terjadi, usahakan ketahui hal-hal yang bisa memicu suami kurang bahagia pada pernikahan, contohnya dikutip Your Tango.

1. Anda Sering Menolak Ajakan Bercinta

Anda mungkin mempunyai alasan buat menolak melakukan hubungan seksual. Tapi jika telah terlalu sering, hal ini sanggup menciptakan suami Anda merasa dirinya tidak menarik lagi sebagai akibatnya membuatnya tak bahagia menggunakan pernikahan.

Bagaimana cara mengatasinya? Saat Anda menolak buat melakukan kegiatan seksual, katakan bahwa Anda nir sanggup melakukannya kini akan tetapi lain ketika. Dengan begitu Anda nir ‘terlalu’ menolak ajakannya. Selain itu, cobalah sekali saat buat mengajaknya bercinta duluan. Ini akan memberikan dorongan ego

2. Anda Mengontrol Pengeluarannya

Pria bisa berubah menjadi seperti anak-anak ketika mereka berhadapan dengan hobinya. Jika Anda membatasi hal yang disenanginya, tentu membuatnya jadi kesal dan marah. Dalam jangka waktu lama, hal ini bisa menyebabkan suami membenci pernikahannya. Untuk itu, jangan langusung bilang ‘tidak’, cobalah untuk selalu mendiskusikan apa yang ia inginkan dengan Anda. Buatlah kesepakatan atau komitmen baru mengenai hobinya dan berusaha untuk tidak melanggarnya.

3. Merasa Tak Berguna Saat di Rumah

Saat berada di rumah, hampir semua keputusan dibuat oleh istri. Mulai dari masalah pekerjaan rumah tangga, anggaran belanja bahkan anak. Tak jarang suami merasa bahwa dirinya sebagai ‘pemberi uang’ saja. Ini merupakan salah satu faktor yang membuatnya merasa tak bahagia. Untuk memperbaiki keadaa rumah tangga agar kembali harmonis adalah dengan lebih banyak meluangkan waktu dengannya. Jelaskan padanya bahwa sebagai istri Anda membutuhkan masukan. Jika benar ia merasa diacuhkan ketika berada di rumah, mulai libatkan dia dengan segala keputusan Anda tentang kehidupan bermah tangga.

4. Kurang Perhatian dari Istri

Ketika anak-anak lahir, istri kerap kali merasa bahwa mereka jauh lebih membutuhkan perhatian Anda ketimbang sang suami. Namun pada kenyataannya, hal itu belum tentu benar. Cara agar tetap seimbang adalah dengan mengajak anak-anak bermain bersama Anda dan suami. Selain itu, cobalah untuk memberikan perhatian lebih seperti memeluk, mencium, merangkul atau sekedar menggenggam tangannya. Anda tak perlu berhenti jadi seorang ‘istri’ walau sudah menyandang status sebagai ‘ibu’.

%d blogger menyukai ini: