7 Hal Yang Membuat Pasangan Pernikahan Langgeng

Mempertahankan sebuah pernikahan memang bukan sesuatu yang gampang dilakukan. Tidak jarang pasangan menentukan jalan cerai ketika ujian pernikahan tidak sanggup dilewati. Alasan yg paling tidak jarang diungkapkan ketika memilih cerai adalah tidak adanya lagi kecenderungan visi dan misi atau terjadi pertengkaran terus-menerus.

Penulis kitab laris ‘The Secret Lives of Wives’ Iris Krasnow memaparkan apa saja yang bisa membentuk sebuah pernikahan langgeng meski kerap ada kerikil menghadang. Tips yang disimpulkan berdasarkan bukunya ini dibentuk dari wawancaranya menggunakan ratusan responden buat penulisan karyanya tersebut.

1. Tak Masalah bila Anda

Tidak ada standar bagaimana pernikahan yang baik itu seharusnya. Jadi Anda tidak harus merasa terikat pada satu peraturan soal boleh atau tidaknya ada suatu rahasia dalam sebuah pernikahan.

Menurut Iris, semua orang punya isu dan masalah, jadi jangan takut apakah pernikahan Anda sudah sesuai dengan aturan atau belum. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dalam pernikahan tersebut kecuali Anda dan suami. Sehingga Anda dan suami pun bebas menulis aturan sendiri, sesuai kesepakatan dan tetap memiliki rahasia.

2. Jangan Hanya Bergantung Pada Satu Pihak

Membuat pernikahan tetap utuh butuh kreativitas. Jika Anda hanya bergantung pada satu orang dalam pernikahan tersebut, bisa memicu perceraian.

Wanita yang selalu mengandalkan suaminya dalam hal apapun biasanya kesepian dan mudah marah. Sementara wanita yang tidak terlalu menghabiskan seluruh waktunya dengan pasangannya, justru lebih bahagia, itulah strategi keduanya. Pasangan yang melakukan ini, bisa saling berkembang bersama, tapi tidak membuat mereka ketergantungan.

3. Bergaul dengan Teman-teman yang Luar Biasa

Dari hasil wawancara Iris dengan ratusan wanita untuk penulisan bukunya, ia menemukan, istri yang sangat puas dengan pernikahannya punya hubungan kuat dengan teman-teman wanitanya. Wanita tersebut kerap berpergian bersama dengan sahabat-sahabatanya itu. Teman wanita ini bisa jadi tempat terbaik untuk saling berbagi cerita dan memberikan dukungan di saat Anda sedih ataupun senang.

4. Melakukan Liburan Terpisah

Anda suka ke pantai, tapi suami senang ke gunung? Tidak masalah. Menurut Iris, pasangan suami-istri tidak harus selamanya melakoni liburan bersama-sama. Justru dengan berpisah sementara, pernikahan bisa jadi lebih harmonis dan hangat dari sebelumnya.

5. Tetap Berteman dengan Pria

Setelah menikah, wanita terkadang mereka harus membatasi diri dalam bergaul dengan lawan jenisnya. Namun menurut Iris, hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan. Wanita tetap bisa berteman dengan pria karena sahabat pria kerap merasa Anda adalah sosok yang pintar dan cantik (itu karena mereka tidak hidup serumah dan terbiasa dengan Anda). Perasaan merasa disanjung itu bisa menumbuhkan kepercayaan diri wanita.

6. Jangan Terlalu Berekspektasi Tinggi

Sebaiknya Anda jangan terlalu berkepektasi tinggi kalau pernikahan akan selalu membahagiakan. Mengharapkan sebuah pernikahan berjalan sempurna justru berisiko membuat Anda dan suami bercerai.

Fakta bahwa sebuah pernikahan tidak selamanya berjalan sempurna membuat wanita yang sudah menikah bertahun-tahun bisa menciptakan sendiri tujuan dan gairah hidupnya di luar hubungannya dengan sang suami. Ditekankan iris, pernikahan yang bahagia bisa terjadi apabila setiap pasangan bisa hidup bahagia tanpa pasangannya.

7. Bersyukur

Para istri, seberapapun suksesnya Anda, ingatlah untuk selalu mencintai pria yang Anda nikahi. Hargailah suami yang sudah mengizinkan Anda berkarir dan mengembangkan diri.

Saat bertengkar, jangan selalu berusaha untuk menjadi pemenangnya. Kalau memang perlu, mengalahlah dan ucapkan ‘maaf’, ketimbang mempertahankan amarah yang bisa menjadi racun.

Kemampuan pasangan untuk melupakan dan memaafkan setelah bertengkar, itulah rahasia sebenarnya sebuah pernikahan yang bisa bertahan lama.

%d blogger menyukai ini: