Anda Calon Pengantin? Simak Ini Dulu

Wakil Ketua Sub Dinas Urusan Agama Kantor Wilayah Departemen Agama Jabar, H M Afifi Basri SH, menilai pendidikan pranikah merupakan kewajiban yang harus diikuti. Dikatakannya, pendidikan itu biasa diberikan sepuluh hari sebelum pernikahan. ”Maksimalnya, diberikan sehari sebelum pernikahan berlangsung,” pungkasnya menyebutkan.

Materi pranikah, istilah Afifi menjelaskan, relatif majemuk. Mulai dari persiapan akad nikah sampai ke perkara psikologi pernikahan. ”Pendidikan ini, sangat krusial buat menaikkan mutu pernikahan,” katanya menandaskan. Afifi menambahkan, keliru satu materi yg terpenting pada pernikahan merupakan tentang aneka macam peran dalam perkawinan yg akan dihadapi pasangan itu. Peran itu antara lain sebagai pendamping, sebagai pasangan seks yang baik, menjadi sahabat, pendorong semangat, penasehat, dan sebagai orangtua.

Materi lainnya, mengajarkan tentang psikologi perkawinan hingga pada aneka macam problematika yang ada dalam perkawinan. Namun, istilah Afifi menandaskan, pada perjalanannya, pendidikan pranikah atau sering diklaim menggunakan kursus calon pengantin (suscatin), sering nir diikuti calon suami-isteri.

Penyebabnya, istilah Afifi menjelaskan, karena banyak calon pengantin yang tidak sporadis malas buat mengikuti pendidikan pranikah. Akibatnya, lanjut beliau, program ini acapkali dinilai nir efektif. ”Padahal kami telah berjuang keras buat terus memajukan pendidikan informal ini. Namun, bila rakyat tidak mau mengikuti, mau ngomong apa,” katanya menandaskan.

Afifi berkata, idealnya, pendidikan pranikah wajib diberikan selama kurang lebih dua hari. Dan sebelum pernikahan berlangsung, amil harus menanyakan sertifikat pranikah menjadi pertanda lulus pendidikan pranikah. Jika pengantin tidak mempunyai sertifikat itu, imbuh dia, pernikahan ditunda sampai pengantin mengikuti pendidikan yg dimaksud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *