Ingin usia perkawinan permanen langgeng hingga maut memisahkan? Kuncinya adalah bertengkar menggunakan pasangan setidaknya sekali pada seminggu. Kok sanggup?

Jajak pendapat yang dilakukan situs perkawinan & forum riset pasar menemukan, pasangan yg bertengkar sekali pada seminggu ini sama merupakan membantu mereka tetap mempunyai cara buat berkomunikasi yg terbuka daripada hanya saling membisu saat menahan amarah.

“Perkelahian membantu pasangan mendekat dan membenarka kesalahpahaman yang sering terjadi. Perkelahian sangat diperlukan dalam suatu hubungan karena membuat ikatan semakin kuat,” kata Anand Seth, manager pengembangan bisnis seperti dikutip dari midday.

Bertengkar Bisa Bikin Langgeng Pernikahan

“Hal ini juga membantu masing-masing pasangan mengembangkan sensitivitas dan kepekaan untuk melalui kesulitan,” kata Sushila Basu, manajer pemasaran di sebuah perusahaan multinasional.

Menariknya, seiring usia perkawinan dan bertambahnya usia pasangan, pertengkaran menjadi sangat sedikit terjadi.

Pasangan yang berusia 41-45 memiliki pertengkaran sekali dalam sebulan dibandingkan pasangan dengan usia 20-25 yang memiliki pertengkaran lebih dari sekali. Hal ini karena rasa saling pengertian yang semakin meningkat.

Sementara dari perspektif gender, wanita lah yang seringkali memicu argumen yaitu dengan sebanyak 12%, sedangkan laki-laki hanya 8%.

“Dalam 20 persen kasus, salah satu pihak merasa pernikahan tidak berjalan baik tetapi ingin membenahinya. Sekitar 90 persen dari klien yang saya memiliki masalah pernikahan,” kata Prakriti Poddar, konselor hubungan.

%d blogger menyukai ini: