Banyaknya kasus perceraian beberapa tahun terakhir ini menciptakan orang skeptis dengan forum pernikahan. Buat apa menikah bila akhirnya bercerai? Anggapan ini wajib segera ditepis lantaran nyatanya, menikah itu justru menyehatkan.

Jangan buru-buru mencibir lembaga pernikahan. Sebelum mencibir dan bersikap skeptis, terdapat baiknya berpikir pulang soal ikatan pernikahan. Nyatanya, pernikahan yang dibangun

Eits, pernyataan tersebut bukan omong kosong belaka. Hal itu setidaknya dikuatkan oleh sebuah studi di Australia. Australian Unity Wellbeing Index 2008, seperti dikutip GoodHealth, menunjukkan bahwa mereka yang menikah memiliki tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dalam studi disebutkan, indeks kesejahteraan pribadi orang yang sudah menikah adalah 77,3. Bandingkan dengan mereka yang tidak pernah menikah, indeksnya 71,5, sementara yang bercerai indeksnya hanya 68,3.

Selain soal indeks kesejahtera¬an yang terbilang tinggi, para ahli melihat hal lain dalam studi ini. Mereka yang berada di usia pertengahan dan tidak memiliki pasangan ternyata rentan dengan tingkat kesejahteraan yang rendah.

Menurut Anne Hollonds, chief executive dari Relationships Australia NSW, pernikahan, secara emosional dan simbolis, tetap berarti bagi banyak orang.

“Membangun kehidupan bersama, membentuk unit keluarga, dan merasa dimengerti oleh pasangan menjadi alasan kuat mengapa pernikahan baik untuk Anda,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *