Membina loka tinggal tangga yg senang adalah impian orang kebanyakan. Sebelum memutuskan buat menikah, tentunya terdapat banyak hal yang menjadi pertimbangan. Hal ini yg membuat poly pasangan cenderung telat menikah. Lantas dalam pernikahan pada usia belia, bagaimana pertimbangannya?

Menurut UU Perkawinan, anak gadis telah boleh menikah ketika berusia 16 tahun. Tetapi bila usianya masih di bawah 21 tahun, maka si gadis terlebih dahulu harus menerima izin dari orang tua atau wali nikahnya. Oleh karenanya, acapkali pernikahan dalam usia belia lebih poly dimotivasi sang asa orang tua, terutama pada mereka yang tinggal pada desa.

“Remaja yang menikah umur 18 tahun itu pada dasarnya masih dalam wewenang orang tua. Jadi kalau ditanya motif yang membuat anak umur segitu sudah menikah, harusnya tanyakan ke orang tuanya,” tegas psikolog, Dra Ratih Andjayani Ibrahim, MM Psi.

Ratih yang merupakan pendiri lembaga konseling dan pengembangan diri ‘Personal Growth’ ini melihat bahwa pada kasus-kasus pernikahan usia dini alias remaja, seringkali yang lebih mendorong remaja untuk menikah adalah pihak orang tua.

“Coba ditelusuri lebih jauh, siapa yang mendorong anak remaja untuk menikah. Biasanya sih orang tuanya yang mendorong,” kata Ratih.

Terlepas dari motif utama pernikahan, pengaruh orang tua nampaknya masih banyak mengintervensi kehidupan remaja. Apalagi pada remaja masih bergantung kepada orang tuanya. Walau demikian, memang ada juga dijumpai kasus remaja yang menikah karena suka sama suka.

Dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioal (BBKKBN) Dr Sudibyo Alimoeso, MA mengatakan bahwa pernikahan di usia dini tidak menguntungkan bagi program keluarga berencana. Masa reproduktif menjadi lebih panjang, sehingga kemungkinan punya lebih banyak anak akan meningkat.

“Berkaitan juga dengan angka kematian ibu maupun bayi, sebab hamil di usia terlalu muda selalu ada kecenderungan risiko tinggi. Kualitas anak yang dihasilkan pun biasanya memiliki berat badan rendah sebab ibunya masih dalam masa pertumbuhan sementara bayinya juga butuh nutrisi,” kata Sudibyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *