OPTIMISME umumnya dilihat sebagai kualitas yg cantik, galat satu sifat positif yang bisa menghipnotis kesehatan mental dan fisik. Namun berdasarkan penelitian terkini, optimisme malah mampu Mengganggu pernikahan Anda.

Memiliki pandangan positif mengenai kehidupan acapkali dipuji menjadi upaya membuatkan usaha positif dalam interaksi. Tapi kebalikannya, hal itu dapat mengacaukan pernikahan Anda.

Penelitian terbaru menemukan bahwa optimisme mampu sebagai kekurangan atau ketidakbebasan karena mengharapkan yang terbaik pada hayati bisa mencegah Anda mengambil langkah-langkah proaktif waktu dihadapkan menggunakan kesulitan hidup.

Menurut Lisa A. Neff

Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang umumnya optimistis dalam hidup tidak akan mengalami masalah, tetapi orang-orang yang sangat optimistis (tentang hubungan mereka pada khususnya) dapat mengatasi masalah dengan cara yang salah.

Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang nilai optimisme disposisional umumnya lebih tinggi dilaporkan memecahkan masalah dengan sikap yang lebih positif ketika menghadapi konflik hubungan.

Mereka lebih konstruktif dalam memecahkan masalah dan mengalami lebih sedikit penurunan dalam kesejahteraan pernikahan selama tahun pertama pernikahan mereka.

Namun, orang yang memfokuskan optimisme mereka hanya pada hubungan mereka tidak begitu baik memecahkan masalah secara konstruktif ketika mengalami konflik dengan pasangan. Mereka juga mengalami penurunan tajam dalam kesejahteraan pernikahan dari waktu ke waktu.

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa optimisme dalam hubungan benar-benar dapat membuat pasangan berisiko merusak perkawinan mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *