Salah satu suara sumpah yang generik diucapkan masing-masing pasangan saat menikah merupakan tetap setia dalam senang dan sedih sampai maut memisahkan. Tetapi, sebuah riset justru mengungkapkan hal yg sama sekali tidak selaras.

Sebanyak 953 pasangan berpartisipasi sebagai responden dalam riset yg dihelat sang Chicago University, Amerika Serikat. Hasil penelitian melaporkan bahwa tempat tinggal tangga dengan syarat istri yg sakit-sakitan bisa permanen berjalan langgeng & terus bertahan. Namun, saat suami yg seringkali jatuh sakit, hal ini mampu mengancam ikatan pernikahan

Menurut para peneliti, seorang istri mampu menjalani fungsi ganda dalam sebuah pernikahan sehingga meskipun kesehatan sedang tidak prima, mereka selalu menemukan kekuatan untuk tetap memenuhi tanggung jawab dan memperhatikan kebutuhan suami serta keluarga tercinta.

Hal serupa tidak akan terjadi jika suami yang sedang sakit. Pasalnya, suami lebih menderita sehingga tidak sanggup melakukan apa pun kecuali beristirahat dan tidur. Dengan demikian, fungsinya sebagai kepala rumah tangga akan menurun sampai sama sekali tidak memberikan kontribusi dalam bentuk apa pun.

“Hasil penelitian ini bukan acuan baku. Sebab, gaya hidup selalu berubah seiring waktu. Hal yang sama juga berlaku pada bagaimana pasangan suami istri berperilaku. Temuan ini tidak bisa diterapkan dalam jangka panjang,” ujar James Iveniuk, Ketua Peneliti, seperti dikutipHuffington Post.

Pola sebab akibat dari pernikahan selalu berganti setiap tahun dan mengalami lintas generasi. Selalu ada peluang terhadap berbagai kemungkinan. Namun, menurut Iveniuk, temuan yang ia peroleh ini umumnya terjadi pada pasangan suami istri yang memiliki prinsip dengan acuan nilai-nilai hidup yang cenderung konvensional.

%d blogger menyukai ini: