Studi memberitahuakn bagaimana norma tidur pasangan akan menentukan sejauhmana mereka puas terhadap pernikahannya. Berikut beberapa studi yang menemukan bagaimana kebiasaan pasangan saat tidur berdampak terhadap interaksi pernikahan mereka:

* Makin dekat makin senang

Studi dalam University of Hertfordshire, Inggris, dalam April 2014 menemukan kebanyakan pasangan mengaku tidur saling membelakangi bukan berhadapan.

Masih dari studi yg sama, pasangan yg tidur berjarak beberapa sentimeter saja, tidak sebahagian pasangan menikah yang tidur nir berjarak.

Sebanyak 94 persen pasangan yg tidur saling menyentuh dilaporkan lebih merasa bahagia . Hanya 68 % pasangan yang tidur tanpa saling menyentuh mengakui mencicipi hal sama.

* Kurang tidur picu permasalahan

Pasangan menikah yang tak cukup tidur memicu banyak sekali perkara pada hubungan. Berikut dalam antaranya.

Studi pada University of California?Berkeley, Amerika Serikat dalam Juli 2013 memperlihatkan kurang tidur memicu permasalahan dalam hubungan pernikahan. Pasangan lebih tak jarang bertengkar akibat kurang tidur. Tak hanya itu, kebiasaan ini jua mengurangi kemampuan tahu emosi pasangan

Pasangan menikah yang kurang tidur juga berdampak pada menurunnya sikap saling menghargai. Demikian hasil studi UC Berkeley pada Januari 2013. Pasangan yang tidur larut atau kurang tidur cenderung kurang menghargai hubungannya.

Kalau kurang tidur terjadi pada istri, dampaknya lebih buruk ketimbang suami yang kurang tidur. Studi pada 2011 oleh National Institutes of Health menemukan istri yang tidurnya kurang nyenyak cenderung bersikap negatif saat berinteraksi dengan suami di pagi hari.

%d blogger menyukai ini: