Beda pendapat atau pun pertengkaran lumrah terjadi di antara pasangan kekasih. Tetapi, 5 hal topik sensitif ini rawan merusak interaksi

Lima Pemicu Putus Cinta

1. Bertengkar Soal Uang

Bertengkar karena masalah keuangan adalah salah satu alasan pertengkaran yang paling umum dalam sebuah hubungan. Apalagi jika keduanya memiliki sikap terhadap uang yang berbeda. Misal, yang satu super hemat, satunya lagi boros. Nah, untuk meminimalisir pertengkaran, cobalah melihat dan memahami cara pandang pasangan terhadap keuangan. Pasalnya pandangan Anda dan si Dia soal uang, memiliki pengaruh besar terhadap setiap keputusan yang diambil terkait kebutuhan bersama.

2. Orang tua Pasangan

Topik ini seringkali juga menjadi pemicu pertengkaran. Mengapa? Karena sejujurnya, kita tidak pernah mencintai orang tuanya sebesar Anda mencintai orang tua sendiri. Biasanya salah satu pihak memendam ketidakcocokan mengenai sikap, kelakuan, atau hal apa pun, dan baru dilampiaskan setelah lama menggunung. Tapi apa pun masalahnya, sebaiknya Anda dan pasangan saling menghargai perasaan masing-masing. Karena bagaimanapun orangtua Anda penting bagi Anda, orang tuanya penting baginya. Dan Anda bersama pasangan wajib saling menghormati orangtua masing-masing.

3. Cemburu

Namanya hubungan pastilah ada bumbu-bumbu cemburu di dalamnya. Nah, cemburu ini kerap menjadi penyebab pertengkaran dalam sebuah hubungan. Jadi, sebelum memulai pertengkaran, yakinkan dulu diri Anda, apa yang membuat Anda cemburu? Sikap cemburu berlebihan adalah suatu pemicu pertengkaran yang harus Anda hindari. Jika si dia sekadar menyapa teman lamanya, mengapa harus marah? Menjadi kekasih Anda, bukan berarti Si Dia harus berhenti bergaul kan?

4. Kebiasaan Buruk

Alasan satu ini tentu pernah terjadi dalam setiap hubungan. Anda kesal dengan kebiasaan buruknya yang tak kunjung berubah, seperti meletakkan barang-barang sembarangan, tidak mematikan lampu kamar mandi, dan berbagai hal lainnya Daripada menguras emosi untuk bertengkar, lebih baik pilih waktu santai yang tepat untuk bicara padanya. Ungkapkan keinginan Anda dalam keadaan tenang, dengan cara ini Si Dia pun bisa menerima kritikan dengan pikiran terbuka. Tapi ingat, jangan berharap Si Dia akan berubah karena itu akan bikin Anda sakit hati. Yah, setidaknya Anda telah berusaha untuk mengingatkan.

5.“Menduakan”

Sebenarnya, selain Anda, pria punya hal lain yang juga dicintainya, yaitu hobi. Entah itu main games, futsal, atau mengurus mobil kesayangannya. Sadar atau tidak, perhatiannya yang terbagi akan membuat Anda merasa dinomorduakan. Belum lagi, jika si dia sering lupa waktu saat melakukan hobinya. Janji bertemu seringkali mundur hingga satu-dua jam. Tak heran jika hal ini selalu memicu pertengkaran Anda berdua. Tapi sebenarnya hal ini juga tak perlu terlalu sering dipertengkarkan. Saat dia sibuk dengan hobinya, manfaatkan waktu untuk menikmati hal-hal yang Anda sukai. Setelah itu, Anda dan Si Dia akan memiliki quality time bersama yang menyenangkan.

%d blogger menyukai ini: