Tidak semua menantu bisa dekat menggunakan mertuanya. Apalagi apabila sang mertua ternyata mempunyai sikap yang bisa membangun pernikahan Anda dan suami menjadi ‘panas’.

Seringkali menjadi istri, Anda sulit buat membela diri meski perilaku mertua tadi menyebalkan. Hal ini lantaran suami pasti akan berusaha membela ibunya.

Sebelum pernikahan Anda

Mengontrol Persiapan Pernikahan

Mertua yang bisa membahayakan rumah tangga sudah bisa dilihat tandanya ketika Anda menyiapkan pernikahan. Jika dia ingin ikut serta dalam semua pengambilan keputusan soal persiapan pernikahan Anda, jangan anggap remeh sikapnya tersebut. Bicaralah pada calon suami, jangan sampai perilakunya tersebut terus terbawa hingga kalian menikah.

Merasa Menjadi Teman Dekat Anda

Mertua tahu dia bukanlah teman dekat Anda, tapi perilakunya menunjukkan hal tersebut. Dia berusaha menjadi orang yang berteman dengan Anda. Selalu menelepon tak kenal waktu dan menawarkan nasihat (baca: kritikan) pada hal apapun mulai dari cara berpakaian, berdandan hingga urusan memasak.

Ingin Ikut Berbulan Madu

Tidak sedikit mertua yang ingin ikut ketika anaknya berbulan madu dengan istrinya. Mertua tipe ini merasa dia tidak bisa jauh dari anaknya dan sepertinya tak mau sang anak berlibur tanpa dirinya.

Jadi Pemicu Pertengkaran Anda dan Suami

Bertengkar karena sikap mertua wajar jika hal tersebut tak terjadi sering. Namun kalau mertua sudah sering menyebabkan Anda dan pasangan terlibat adu argumen, itulah tanda dia mertua yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini bisa jadi sengaja melakukannya dan akan melontarkan topik apapun yang bisa memanaskan hati Anda dan suami. Dia sepertinya memanfaatkan kelemahan Anda.

Membersihkan dan Membereskan Rumah

Beberapa wanita akan merasa senang ketika mertuanya mau ikut membantu membersihkan dan membereskan rumah ketika dia datang. Sejumlah mertua bisa jadi memang tulus melakukannya untuk menolong dan meringankan pekerjaan Anda. Namun beberapa mertua lainnya, bisa jadi punya motivasi yang maksudnya membuat Anda malu atau mengkritik cara Anda mengurus rumah. Anda sendiri yang tahu, tipe mana mertua Anda.

Sering Meminta Waktu untuk Bersama Anaknya

Mertua yang ikut campur urusan rumah tangga anaknya, tidak sadar kalau anaknya sudah menikah dan keluarganyalah yang seharusnya menjadi proritasnya. Mertua tipe ini akan selalu berusaha dinomorsatukan oleh anaknya dan meminta agar Anda mau memberikan waktu suami untuk dirinya.

Membuat Menantunya Merasa Bersalah

Mertua yang kurang baik bisa membuat menantunya didera perasaan bersalah, meskipun Anda tidak melakukannya. Rasa bersalah dan tidak mampu ini bisa mendera Anda kapan saja. Misalnya ketika Anda ingin pindah rumah, dia bisa membuat Anda merasa bersalah karena menjauhkannya dari anaknya. Atau ketika Anda ingin berlibur bersama suami dan anak, mertua akan membuat Anda merasa bersalah dengan mengajukan permintaan untuk tetap bersamanya.

Memperlakukan Suami Seperti Masih Anak-anak

Ketika mertua Anda masih saja memperlakukan suami seperti masih anak-anak, misalnya, menyuapinya makan, membelikannya baju (bahkan pakaian dalamnya), Anda tahu ini berbahaya. Tentu ada bedanya mana ibu yang baik dan ibu yang masih merasa putranya masih anak-anak.

Mendikte Anda dan Suami

Saat mertua sudah melakukan hal ini (mendikte), Anda benar-benar harus bicara serius pada pasangan. Apalagi jika suami banyak mengikuti perkataannya ketimbang pendapat Anda. Kalau suami menganggap pendapat ibunya sangat penting, dia bisa mengambil keputusan yang sebenarnya sesuai keinginan ibunya.

Ingin Tinggal Bersama

Mertua yang berusaha setengah mati agar bisa tinggal bersama Anda dan suami, padahal dia punya rumah sendiri, sudah pasti tipe yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini masih tidak bisa menerima kenyataan kalau anaknya sudah menikah. Dia ingin terus berada di tengah kehidupan pernikahan Anda, 24 jam sehari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *