Pernikahan Tidak Cukup Dipertahankan Dengan Cinta

Pria dan wanita dalam ikatan pernikahan bisa berakhir menggunakan poly alasan. Ternyata berbekal cinta saja pada sebuah pernikahan tidak relatif buat mempertahankan pernikahan. Seperti yg diungkapkan dari sebuah penelitian. Pernikahan nir selalu latif misalnya yang dipaparkan dalam film, sinteron drama atau film kartun anak-anak. Jika Anda berpikir cinta bisa mengalahkan segalanya, usahakan simak hasil penelitian dibawah ini, supaya bisa stop dreaming start action.

Penelitian tentang maslah ini dilakukan sang peneliti berdasarkan Universitas Nasional Australia. Dengan meneliti 2.500 pasangan menikah. Sample 2.500 pasangan diklasifikasi menjadi pasangan yg masih bersama, sudah berpisah (loka tinggal ) dan bercerai. Hasil penelitian menungkapkan bahwa disparitas usia yg jauh antara suami

Anak juga memiliki pengaruh besar dalam suatu hubungan sebuah pernikahan. Pasangan suami istri yang memiliki anak di luar nikah sebelum meresmikan hubungannya seringkali memiliki risiko perceraian yang lebih besar. Latar belakang keluarga juga memiliki pengaruh didalam sebuah pernikahan. Angka perpisahan pasangan yang orang tuanya bercerai lebih banyak 6 persen daripada yang tidak.

Ternyata sebuah pernikahan tidak hanya harus didasari dengan cinta saja. Tapi banyak juga yang harus Anda perjuangkan demi menjaga keutuhannya. Stop Dreaming Start Action!

%d blogger menyukai ini: