Pernikahan adalah seremoni penyatuan pasangan kekasih di hadapan keluarga

Sebelum upacara pernikahan berlangsung, masing-masing orang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perencanaannya. Hal ini tak jarang membuat seseorang berpotensi mengalami kecemasan. Tetapi menurut sebuah studi, pria lebih berpotensi mengalami stres daripada wanita saat merencanakan pernikahan.

Menurut sebuah survei terbaru dari Kalms – sebuah perusahaan obat herbal untuk menangani stres di Inggris – sebanyak 23% pria mengatakan, perencanaan upacara pernikahan menjadi peristiwa yang paling membuat stres di dalam hidup. Sementara hanya 16% wanita mengatakan hal yang sama.

Mayoritas responden mengatakan, mereka stres saat menyusun daftar undangan. Bagi mereka, ini adalah tugas yang paling sulit. Anggaran biaya juga membuat mereka stres. Kegiatan lainnya yang turut mengundang stres yaitu menentukan tempat dan merancang dekorasi serta berurusan dengan anggota keluarga yang sombong.

Penelitian ini juga melihat bagaimana dampak stres lantaran perencanaan pernikahan terhadap perilaku mereka. Sebanyak 40% responden mengatakan, mereka tidak terpengaruh oleh stres. Sebanyak 30% responden mengatakan, mereka merasa cemas.

Selain itu, 23% responden tidak bisa tidur. Sebanyak 18% responden berdebat dengan pasangan lantaran stres mengurus rencana pernikahan. Dan 11% responden merokok, sedangkan 9% responden menangis dan beralih ke makanan untuk memperoleh kenyamanan. (Intisari-Online.com)

%d blogger menyukai ini: