Sebuah riset terbaru membicarakan buat mendapat pernikahan bahagia adalah dengan berperilaku contohnya istri-istri di zaman dulu. Perilaku tadi misalnya menyebarkan kopi buat suami atau memijatnya.

Sediakan Kopi untuk Suami Buat Pernikahan Bahagia innofotovideo.blogspot.com

Tapi tentu saja bukan hanya konduite para istri yang menciptakan pernikahan bahagia . Sikap suami pun ikut menentukan kebahagiaan istri pada menjalani pernikahan tersebut.

Penelitian yang dilakukan sang National Marriage Project itu mengungkapkan, saling pengertian yg menjadi kunci pernikahan senang . Pengertian pada sini diartikan bagaimana pasangan tadi menciptakan pasangannya merasa berharga, penting & dicintai.

“Pesan dari penelitian ini adalah, Anda penting dan juga berharga,” ujar Dr Anthony Castro, asisten prosesor psikiatri di University of Miami Miller School of Medicine, yang ikut dalam riset tersebut, seperti dikutip dari msnbc.

Penelitian National Marriage Project itu melibatkan 1.400 pasangan berusia 18-46 tahun. Dari hasil penelitian itu terungkap 55% wanita dan 46% pria yang menerapkan saling pengertian dalam hubungan mereka mengaku sangat bahagia dengan pernikahannya.

Pasangan tersebut kerap melakukan hal-hal kecil untuk pasangannya, seperti membuatkan kopi, memijat, memasak atau memberikan bunga. Saling pengertian dan mudah memaafkan benar-benar membantu pasangan tersebut untuk menciptakan pernikahan harmonis. Hanya 14% pasangan yang kurang saling pengertian melaporkan mereka bahagia dengan pernikahannya.

Bradford Wilcox, peneliti lainnya yang juga terlibat dalam riset tersebut mengatakan, saling pengertian bisa bekerja dengan baik ketika Anda memberikan suami hal yang diinginkan. Begitu juga sebaliknya, suami memberi apa yang memang Anda mau.

“Hal itu menunjukkan pasangan mengenal Anda dan Anda berusaha melakukan hal yang memang disukainya,” ujar Wilcox, professor madya jurusan sosiologi di University of Viirgina, Amerika Serikat.

Di zaman sekarang ini, saling pengertian yang dimaksud juga bisa diartikan bagaimana pasangan tersebut memahami kesetaraan gender. Para suami, meskipun mereka yang menjadi pencari nafkah, mau ikut membantu istri saat berada di rumah. Sementara istri, walaupun telah sukses dengan karirnya, tidak melupakan tugasnya untuk mengurus anak dan suami.

%d blogger menyukai ini: