Sebuah penelitian baru menyampaikan bahwa semakin akbar perbedaan usia pasangan menikah, maka semakin besar resiko perceraian yg dihadapi.

Perbedaan usia sebesar 5 tahun berarti kemungkinan bercerai sebanyak 18 %, sementara perbedaan usia 1 tahun berarti kemungkinan berpisah sebesar 3 %. Angka ini naik sebanyak 39 persen bila disparitas usia sebesar 10 tahun

Pasangan yang memiliki anak di luar nikah, secara statistik memiliki kemungkinan 59 persen lebih kecil untuk bercerai dibandingkan pasangan yang tidak memiliki anak. Tapi bila pasangan memiliki anak selama pernikahan, kemungkinan bercerai berkurang sebesar 76 persen. Hal ini juga berarti semakin banyak anak yang dimiliki, semakin bahagia kehidupan pasangan. Pasangan yang memiliki perbedaan pendidikan yang tinggi memiliki kemungkinan bercerai 43 persen lebih banyak dibandingkan pasangan dengan pendidikan yang sama.

Pasangan yang berhasil merayakan 2 dua usia pernikahan, memiliki resiko bercerai 43 persen lebih kecil. Bila mereka berhasil mempertahankan pernikahan hingga 10 tahun, kemungkinan bercerai berkurang hingga 94 persen. Simon Rego, kepala pelatihan psikologi di Montefiore Medical Center di Kota New York berkata bahwa banyak pernikahan terlihat stabil di luar, tapi di dalam ternyata kosong. Mereka tetap bersama untuk alasan hukum, agama, finansial dan atau untuk anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *