Bukan misteri lagi jika banyak pasangan bercerai lantaran masalah keuangan. Uang memang mampu jadi hal yang sangat sensitif dalam seluruh aspek kehidupan.

Bicara soal uang, menurut penelitian yang dilakukan Jason Carroll, seseorang professor bidang kehidupan famili pada Brigham Young University, sifat matrealistis mampu berdampak jelek pada pernikahan. Dari penelitian itu terungkap, pernikahan pasangan yg keduanya nir matrealistis 10-15% lebih baik ketimbang pasangan yang sama-sama matrealistis. Pernikahan pasangan yg hanya keliru satunya saja matrealistis juga lebih baik dibadingkan pasangan yang keduanya gila uang.

“Pasangan yang sangat mengagung-agungkan uang biasanya kurang responsif pada pasangannya dan tidak terlalu fokus dengan hubungannya. Mereka mencari kebahagiaan bukan pada orangnya,” ujar Carroll. Dalam penelitiannya, ia melihat, pasangan yang sama-sama tidak matrealistis punya dasar kuat ketika menghadapi cobaan keuangan yang datang.

Bagi Anda yang tengah membangun sebuah keluarga, tentunya ingin memiliki hubungan yang bahagia, bebas dari masalah keuangan. Berikut ini lima strategi yang bisa dicoba untuk mendapatkan pernikahan harmonis, seperti dikutip dari Business Insider:

1. Definisikan apa yang Anda mau dan bagaimana cara mencapainya

Saat melakukannya, duduklah dan obrolkan hal itu bersama pasangan. Anda bisa bersama-sama mendiskusikan bagaimana pola pengeluaran masing-masing dan rencana keuangan seperti apa yang cocok untuk dijalani.

“Hal ini bisa jadi cara yang membantu pasangan untuk mengetahui hal apa yang nantinya bisa menjadi sebuah masalah,” ujar perencana keuangan dari Veritana Financial Planning, Inc, di California, Susan E. Honig.

2. Memiliki Akun Bersama

Menurut Honig, memiliki akun bank terpisah, bisa membuat pasangan saling curiga dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Pernikahan pun bisa bermasalah kalau hal itu dilakukan.

Oleh karena itu Honig menyarankan buatlah akun bersama. Sebelumnya putuskan dulu uang apa saja yang akan dimasukkan ke dalam akun tersebut. Sebaiknya buat dua akun, akun yang khusus untuk pengeluaran penting dan akun untuk bersenang-senang. Diskusikan juga berapa jumlah uang yang kedua belah pihak setuju untuk dimasukkan ke akun bersama itu. Dengan cara ini, pasangan bisa mengatur keuangan mereka dengan lebih sehat.

3. Lakukan ‘Kencan Keuangan’ Secara Rutin

Ahli perencanaan keuangan di USAA (United Services Automobile Associatio) J.J. Montanaro mengatakan, dikusi soal keuangan sebaiknya jadi agenda rutin pasangan. Jadi pilih satu hari dalam seminggu kapan Anda dan pasangan melakukan ‘kencan keuangan’ itu. Jangan bicara soal keuangan hanya saat ada masalah saja.

4. Pakai Cara Kuno, Simpan Uang di Amplop

Untuk keperluan tertentu, seperti membeli hadiah atau berbelanja, Anda bisa menggunakan cara kuno dengan menyimpan uang di amplop. Dr. James Roberts, profesor bidang marketing dari Baylor University mengatakan, cara ini memang kurang modern, tapi cukup efektif. Dengan menyimpan uang di amplop sesuai jumlah yang dibutuhkan, Anda jadi tidak lebih boros ketimbang membawa kartu kredit atau kartu debit.

5. Buat Perjanjian

Perjanjian ini perlu agar Anda dan pasangan lebih disiplin dalam menjalankan perencanaan keuangan yang sudah dibuat. Dalam perjanjian itu tulis apa saja harapan dan rencana Anda dan suami. Lalu tulis juga apa yang harus dilakukan jika salah satu pasangan melanggar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *