Tanda-Tanda Kalau Hubungan Pacaran Anda Akan Berlanjut Ke Pernikahan

Mereka yg acap kali gagal pada interaksi cinta, umumnya memandang konsep ?Belahan jiwa? Sebatas mitos yang rancu. Sebaliknya, mereka yg optimis menggunakan cinta, justru memandangnya sebagi hal paling romantis di global.

Tak sanggup dimungkiri, mencari seorang pria impian sinkron memakai daftar syarat ideal Anda bukanlah hal yg mudah. Tetapi, bukan berarti mustahil. Agar nir keliru menentukan pasangan hayati, simak enam ?Indikasi? Interaksi pasangan belahan jiwa berikut merupakan:

Saling mengerti tanpa poly bicara

Hubungan yang berkualitas

“Seorang belahan jiwa tahu kapan pasangan memerlukan dukungan, tanpa diminta. Memberikan perhatian penuh, dengan menyentuh tangan Anda. Lalu, memeluk Anda ketika anda senang, serta merawat Anda tanpa mengeluh, ketika Anda sakit,” ujar Dr Sue Johnson, seorang psikolog dan penulis bukuLove Sense.

Saling mengasihi tanpa syarat

Perasaan cinta tak bisa diatur dan diukur. Jadi, ketika Anda merasakan yakin dalam hati bahwa si dia adalah sang belahan jiwa, janganlah disangkal. Sebab, cinta yang sesungguhnya datang secara alamiah dari dalam nurani. Selain itu, cinta dan keyakinan yang tercipta dari alam bawah sadar, umumnya jarang salah.

Saling nyaman tanpa tekanan

Jangan mengharapkan cinta pada pandangan pertama. Sebab, pasangan yang langgeng adalah yang saling merasa nyaman saat kali pertama bertemu.

Mengapa demikian? Sederhana saja, karena rasa nyaman tak bisa direkayasa. Jadi, ketika Anda dan si dia sudah berada pada tahap sudah nyaman dan santai apa adanya. Selamat, ini artinya Anda berdua terlahir untuk saling melengkapi.

Sering berdebat tapi tanpa dendam

Setiap hubungan di dunia ini pasti memiliki kendala dan tantangan. Nah, yang membedakan kala si dia adalah belahan jiwa Anda adalah kesulitan yang teretas dalam hubungan tidak menghancurkan hubungan, melainkan menguatkan pondasi cinta berdua.

Saling beda tapi satu arah

Hubungan antar belahan jiwa tidak selalu memiliki pandangan yang searah dan satu “frekuensi”. Namun, di balik perbedaan tersebut, secara garis besar memiliki satu tujuan. Sebab, umumnya, pasangan yang berjodoh memandang masa depan dengan “lensa” kehidupan yang sama.

Saling percaya dan yakin

Ketika anda menjalin hubungan dengan pasangan yang salah, Anda bakal selalu merasa cemas akan “nasib” hubungan di waktu mendatang. Kapan akan berakhir, kapan pertengkaran berikutnya,atau kapan yang lebih dulu “tertangkap” tidak setia. Intinya, Anda selalu merasa cemas akan keberlangsungan cintanya pada Anda.

Namun, hal yang demikian, tidak berlaku pada pasangan belahan jiwa. Sebab, ada rasa optimis dan keyakinan dalam hati yang membuat Anda untuk tetap bertahan dan berkompromi dengan segala jenis situasi serta kondisi yang dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *