Tanda-tanda Vital Harus Memikirkan Ulang Pernikahan

Semakin lama jalinan hubungan asmara Anda menggunakan kekasih, menciptakan hubungan seharusnya sebagai semakin matang. Namun dalam jangka ketika yang relatif lama , orang lain pada luar diri Anda & kekasih, akan turut campur ambil bagian, menanyakan kapan Anda menikah. Jika Anda sedang pada proses menimbang, 5 hal ini patut jua masuk pada pemikiran Anda.

1. Kesepakatan

Seorang editor Money Crashers Personal Finance, David Bakke, mengatakan bahwa penting buat menyampaikan keputusan, kesepakatan

2. Kesepian

Menikah bukanlah solusi bagi Anda yang merasa kesepian, sebab solusi yang tepat bagi seseorang yang merasa kesepian adalah bersosialisasi. “Jika Anda mengatakan ‘ya’ pada lamarannya karena Anda takut bahwa dia adalah yang terbaik yang akan Anda miliki, karena Anda benci hidup sendiri, atau karena semua teman Anda telah menikah, Anda harus mempertimbangkan kembali rencana menikah,” ujar pakar hubungan dan pendiri Dating with Dignity, Marni Battista.

3. Keluarga dan orang-orang dekat

Tidak mungkin Anda akan membuat keputusan yang akan mengubah hidup Anda tanpa melibatkan orang-orang yang Anda kasihi di sekeliling Anda. Jika orang-orang tersebut tidak memberikan dukungan atau bahkan mempertanyakan keputusan untuk menikah, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali.

4. Ragu-ragu

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, keragu-raguan akan keputusan pernikahan akan menimbulkan perceraian dalam masa 4 tahun. Memang akan timbul perasaan kurang nyaman pada keluarga dan tunangan, tetapi jika Anda ragu-ragu dan mulai membayangkan Runaway Bride, ini adalah tanda bahwa pertunangan adalah langkah awal keputusan yang salah sebelum pernikahan.

5. Berjuang

A nda akan menjadi lebih gelisah dibandingkan hari-hari lain mendekati pernikahan. Banyak rencana yang mesti dipersiapkan untuk pesta, walaupun kenyataannya bukanlah hal tersebut yang penting. Perencana pernikahan Kristen Ley mengatakan, “Menjelang hari pernikahan, banyak perempuan menyadari bahwa mereka tidak siap membuat komitmen dengan mempelai pria.” Nah, bukan tidak mungkin pria juga mengalami hal yang serupa.

%d blogger menyukai ini: