Mempersiapkan sebuah pesta pernikahan tidaklah gampang, terutama apabila menyangkut perkara dana atau bujet.

Dalam aneka macam budaya, momen pernikahan merupakan sebuah momen sakral yg sepertinya wajib dirayakan secara besar -besaran. Namun, apakah kedua mempelai telah siap secara finansial buat melakukan resepsi pernikahan mereka?

Meskipun tak jarang dana pernikahan masih disokong oleh orang tua, setidaknya hal ini perlu dipikirkan jauh-jauh hari sebelum menetapkan buat menikah. Jangan sampai pada kemudian hari, perkara dana pernikahan yg melampaui batas aturan justru sebagai sebuah masalah di awal-awal pernikahan.

Inilah lima tips buat membuat dana rencana pernikahan menjadi lebih efisien.

1. Buatlah pernikahan layaknya pesta

Banyak orang menduga bahwa menghadiri pernikahan layaknya ajang pengenalan yang membutuhkan modal dana yang nir sedikit menjadi bentuk apresiasi kepada pihak yang mengundang. Mengapa tidak membuatnya menyenangkan layaknya sebuah pesta reuni?

Anda tidak harus berpikir buat mengurus berbagai elemen pernikahan yg bersifat formal, karena inti menurut resepsi pernikahan adalah buat mengabarkan kepada kerabat terdekat bahwa Anda telah resmi menikah.

Dengan hanya mengundang sahabat dekat, kerabat,

2. Memilih pesta pernikahan di area terbuka

Dalam menentukan lokasi resepsi pernikahan, terkadang justru menjadi ajang ‘perang terselubung’ dalam menentukan tanggal sewa sebuah gedung. Kalaupun diadakan di rumah, rasa seperti kurang bermakna. Mengapa tidak berpikir untuk mengadakannya di ruang publik atau bersejarah? Umumnya harga sewa tempat-tempat tersebut tidak semahal sewa ballroom atau aula gedung. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan sebuah memori pernikahan yang unik dan tidak terlupakan.

3. Patahkan tradisi

Sebenarnya tidak ada masalah jika harus menggelar pesta pernikahan dengan cara yang lebin intim dan sederhana. Namun sayangnya hal tersebut seringkali bertentangan dengan adat tradisi, karena masih banyak orangtua yang menganggap bahwa pernikahan adalah momen sakral sehingga harus digelar dengan pesta adat yang besar.

Akan tetapi, rasanya sebuah pesta adat tidaklah harus dilaksanakan secara besar-besar karena hal utama yang diharapkan adalah kekhidmatan dari pernikahan itu sendiri, bukan yang lain. Anda tidak perlu sampai mengundang pejabat atau orang-orang terkemuka yang sebenarnya tidak Anda kenal untuk membuat pesta pernikahan menjadi berkesan, bukan?

4. Lupakan fotografer profesional

Kamera digital saat ini sudah menjadi barang sejuta umat dan mudah digunakan siapa saja untuk mendokumentasikan momen pernikahan. Bukankah resolusi kamera digital saat ini sudah cukup memuaskan dalam menghasilkan foto yang bagus?

Apalagi dengan demam smartphone yang banyak menghadirkan resolusi kamera yang baik serta kemudahan untuk mengeditnya secara real time melalui berbagai aplikasi yang menarik dan mudah, seperti Instagram. Bandingkan jika menggunakan jasa fotografer profesional, berapa rupiah yang harus Anda bayarkan? Belum tentu pula selera fotografer sesuai dengan selera Anda.

5. Hadirkan sajian hidangan yang sederhana namun menarik

Karena tujuan pesta pernikahan adalah untuk merayakan kebahagiaan pasangan yang berikrar untuk hidup setia sepanjang usia, maka seharusnya resepsi pernikahan tidak selamanya ‘mewajibkan’ kedua mempelai menyajikan hidangan-hidangan mahal sebagai sajian bagi para tamu undangan.

Hal-hal berkesan dapat pula dihadirkan dari hidangan sederhana yang tak kalah lezat, seperti makanan tradisional semacam aneka macam jajanan pasar untuk menggantikan deretan pastry yang mahal, berbagai minuman es untuk menggantikan anggur, atau bahkan sajian berupa hidangan favorit kedua mempelai.

Hal terpenting bukanlah mahalnya makanan yang disajikan, namun presentasi sajian tersebut yang dibuat semenarik mungkin hingga membuat para tamu undangan terkesan. Tidak perlu kursus merangkai makanan terlebih dahulu jika saat ini internet telah menyajikan banyak informasi yang diinginkan oleh banyak orang.

%d blogger menyukai ini: